Politik

KPU Harap Pemerintah Segera Cairkan Anggaran Tambahan Pemilu 1,3 Triliun

Jakarta-Kluget.com, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman mengatakan agar Kementerian Keuangan segera mencairkan dana tambahan anggaran pemilu sebesar Rp 1,3 triliun pekan ini. Rencananya dana tersebut akan dialokasikan untuk pengadaan satuan perlindungan masyarakat (satlinmas) dan biaya tambahan pembangunan tempat pemungutan suara (TPS).

"Kami minta cepat untuk memproses ini. Misal hari ini disetujui, tapi ketika pencairannya terlambat itu juga tidak memberi arti apa-apa. Minggu ini lah," ujar Komisioner KPU Arief Budiman di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (11/3/2014).

Menjelang pemilu legislatif (pileg) yang tidak lama lagi, Ia berharap pada pemerintah untuk bergerak cepat mulai dari meminta persetujuan DPR hingga melakukan transfer dana ke KPU kabuten/kota. Terkait proses transfer anggaran, menurutnya, lebih baik langsung dikirim ke KPU kabupaten/kota.

"Hari ini melengkapi administrasi, minta persetujuan DPR, besok langsung dikeluarkan keputusannya, lalu transfer ke kabupaten/kota. Sudah mepet sekali. KPU mengusulkan uangnya jangan ditransfer ke KPU tapi langsung ke KPU kabupaten/kota. Karena kalau masuk ke kami, kami transfer lagi, butuh waktu," ujarnya

Sebelumnya, Kemenkeu telah mengabulkan dana tambahan anggaran kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang sebelumnya diajukan sebesar Rp 1,7 triliun, namun yang disetujui Rp 1,3 triliun.

Dana tambahan tersebut dianggarkan untuk dua jenis kebutuhan. Pertama, katanya, pengadaan dua orang personel satlinmas di setiap TPS. Tak hanya untuk honor, tambahan anggaran juga digunakan untuk seleksi personel dan biaya konsumsi pada hari pemungutan suara.

Kedua, digunakan untuk biaya tambahan pembangunan TPS di seluruh Indonesia. Dari 545.729 TPS di seluruh Indonesia, KPU akan memberikan biaya tambahan sebesar Rp 250.000. Dengan demikian, biaya pembangunan tiap TPS menjadi Rp 750.000.

"Itu semuanya untuk tiga kali pemungutan suara, yakni pileg, pilpres, dan pilpres putaran kedua," jelasnya.

(Laporan Elvira Hannum)

Rating :
(1 Suara)

Komentar Anda: